I-T-A-M

Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan mati….

Yah, sebuah kepastian yang tidak ada satu orang pun yang meragukan. Pasti akan datang dan mengakhiri satu babak kita di dunia. Meskipun tak pernah ada satupun orang yang tahu kapan kah kematian datang menjemput mereka. Datang dengan tiba-tiba. Tanpa diminta, tanpa diduga. Tak bisa sedikit pun kita mengulur waktu. Pun tak bisa kita mempercepat datangnya bila memang belum waktunya.

Yang sakit belum tentu duluan mati, yang sehat juga bukan jaminan belakangan matinya. Yang tua belum tentu duluan, yang muda juga belum tentu belakangan. Satu kata untuk semua itu “ TAKDIR “. Jauh sebelum kita hadir di dunia ini, segala sesuatu tentang kita telah tertuliskan. Rizki, jodoh, mati, semua telah tertulis….

Tapi kadang kita lupa dengan semua itu. Ada sebagian orang yang bergaya hidup sepertinya mereka nggak bakalan mati. Belum saatnya kita mati, wong kita masih muda kog. Emang siapa yang jamin kalo orang muda nggak bisa mati duluan? Menjalani hidup dengan semaunya. Seakan-akan ajal masih lama menjemputnya.

Seperti apa yang terjadi hari ini, pelajaran hikmah tentang hidup. Di dalam tangis itu ada hikmah. Pfufh…..

Malam yang melelahkan setelah seharian bekerja. Nggak tau kenapa, tapi badan rasanya “ enak “ banget. Mungkin karena kebanyakan naik motor, kena angin tiap hari, belum lagi panas dan debu di jakarta. Ramuan lengakap yang sangat tidak enak buat badan. Jam dinding menunjukkan setengah delapan kurang lima. Enak banget nih baut tidur awal. Tapi aku belum sholat isya. Dewo sama tuti juga belum pulang.  Dewo masih sibuk ngeprint skripsinya yang belum kelar-kelar juga. Sementara tuti cuma nemenin dewo sambil ngobrol kesana kemari.

Tapi sepertinya setelah mereka pulang pun belum bisa tidur lbh awal. Soalnya barusan Dewo bilang kalau ibu elsi minta tolong buat dianterin laptop kerumahnya. Buat pelatihan besok pagi jam 7 pagi katanya. Jadi mau nggak mau malem ini laptop sudah harus dianter. JJM-an lah, alias jalan-jalan malam. Hehehe. Jadi nanti rute nya, ambil laptop dulu kerumah tuti , trus jalan ke rumah ibu bwt nganterin laptop, trus pulang dah. Istirahat yang nyenyak.

Jam sembilan malam saya jalan ke rumah tuti. Karena laptop tuti baru ada jam sembilan malam. Nggak tahu bwt apa, bwt kerja kali. Udara malem lumayan dingin. Mending naek motornya pelan-pelan aja. Jadi hawa dingin ini tidak membuat badan menjadi terlalu beku. Seperti pepatah inggris yang bilang “alon-alon waton kelakon “. Jalan sudah lumayan sepi, orang-orang yang tadi seharian bekerja, lalu lalang di jalan yang saya lewati ini untuk  berangkat dan pulang kerja sudah mulai larut dengan tidur mereka ataupun dalam riuh tawa keluarga mereka masing-masing. Melepas penat seharian bekerja.

Butuh satu jam perjalanan untuk sampai rumah ibu. Padahal tidak begitu jauh. Biasanya juga cuma setengah jam. Cuma karena tadi naiknya “alon-alon waton kelakon” jadinya waktu perjanalan juga menjadi dua kali lipat dari biasanya.

Ibu tinggal di perumahan, yang pastinya jam segini itu (jam sepuluh malem-red), portal-portal sudah ditutup. Lagian sebenernya nggak enak juga bertamu jam sepuluh malem. Biarin dah. Keadaan disko darurat gini.

Tapi ibu sepertinya sudah tidur. Lampu depan sudah mati semua kog. Nggak ada suara orang ngobrol juga di dalem. Aku langsung sms ibu.

“ Bu, saya sudah di depan rumah “

Perlahan aku dengar orang buka kunci dari dalem. Ibu sepertinya baru bangun. Kecapekan sepertinya.

“ Kamu udah lama har? ”.

“ Belum kok bu.”

Tak lama setelah saya masuk rumah ibu, ada sms masuk lagi. Ternyata si Donce yang sms.

” Bro, ibu nya mb’ nurul meninggal “

Inalillahiwainailaihirajiun. Baru aja tadi ngobrol sama Tuti tentang mbak Nurul. Sepertinya berat cobaan yang dijalani mbak Nurul saat ini. Mana bapaknya lagi sakit. Udah gitu Ibunya yang tiap hari nungguin ikut sakit juga. Belum ditambah lagi anaknya juga lagi sakit. Berat cobaan hidupnya.Tidak disangka ternyata kalau ibunya justru yang duluan diambil sama Alloh. semoga khusnul khotimah. Amin ya robbal alamin..

Yah sperti itulah hidup. Tidak tahu kapan ajal datang menjemput kita. Malaikat maut mengintai dan kita sama sekali tidak tahu. Saya kemarin befikirnya, yang sakit pan duluan bapaknya. Kalau di pikir2, kalau pakai rumus, kalau pakai itungan matematika, kalau ini, kalau itu dan kalau yang lain nya begitu banyak deh, kagak bakalan nyambung cing.  Tapi memang Alloh punya kehendak -Nya. Tidak saya sangka sama sekali. Memang kalau ngikutin nalar kita mah kagak bakalan nyambung. Ilmu kita itu terlalu cetek buat ngikutin ilmunya Alloh.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Selalu lakukan yang terbaik untuk kehidupan yang abadi. Meski saya sendiri belum menjadi orang yang baik, tapi pengen menjadi orang yang baik dan berusaha untuk menjadi orang yang baik. Mari kita semua saling mendoakan. Semoga kita menjadi orang yang mendapat ridho-Nya. Dan kelak berkesudahan khusnul khotimah. Amin ya robbal alamin…

BATAVIA

Disudut kota ini, pelajaran hidup terus mengalir,

Dari tangis air mata, hingga tawa puas bahagia,

Dari kesendirian yang beberapa waktu terus menghantui,

Hingga sikap belajar bahagia dengan diri sendiri,

Bersama ataupun tanpa orang lain,

Keping-keping hidupku mulai tersusun dari sini,

Mencoba menyusun siapa aku sebenarnya,

Meski pergolakan dan penolakan itu pasti hadir,

Karena memang tak semudah itu menerima dan membawa semua itu masuk dalam alur hidupku,

Hal-hal baru yang tak biasa,

Yang memaksa kita untuk beradapatasi, yang memaksa kita untuk berubah,

yang memaksa kita untuk dewasa, yang memaksa kita untuk menerima sesuatu yang belum kita inginkan, tapi kita diharuskan berubah oleh keadaan atau kita mati digerus perubahan,

Tapi aku selalu mencoba untuk tetap bertahan dengan semua ini,

Menjalani proses hidup…..

Toh aku tolak pun tetap akan terjadi,

Disudut kota ini, pelajaran hidup terus mengalir,

Dari tangis air mata, hingga tawa puas bahagia,

Dari kesendirian yang beberapa waktu terus menghantui,

Hingga sikap belajar bahagia dengan diri sendiri,

Bersama ataupun tanpa orang lain

Kisah dua hati antar lawan jenis pun pernah hadir,

Meski tak selalu berakhir indah seperti cerita dongeng jaman dulu,

Tapi aku tetap bersyukur, hatiku belum mati untuk menerima orang lain masuk dalam hidupku,

Detik-detik yang kulewati di kota ini,

Suatu saat akan kurasakan sebagai sekolah hidup yang akan aku syukuri,

Meski belum bisa untuk saat ini…

Detik-detik yang kuewati di kota ini,

Sebagai saksi perjalanan hidup anak manusia,

Yang ingin menjadi arti dan berarti untuk kehidupannya…

Disudut kota ini, pelajaran hidup terus mengalir,

Dari tangis air mata, hingga tawa puas bahagia,

Dari kesendirian yang beberapa waktu terus menghantui,

Hingga sikap belajar bahagia dengan diri sendiri,

Bersama ataupun tanpa orang lain,

ingin

Berfikir tentang apa yang kau inginkan kawan. Hidup kaya kah? Rumah mewah yang megah dengan mobil-mobil mewah pula yang berjajar disepanjang garasi mobil. Istri sholehah nan cantik jelita kah? Yang selalu menyejukkan bila dipandang. Perhiasan yang tiada habisnya di dalam rumah. Atau menjadi orang terkenal yang dihormati kah? dimana setiap berjalan dimuka umum kamu selalu menjadi pusat perhatian. Bak medan magnet yang kuat, yang menarik segala benda ke arahnya. Dan begitu banyak keinginan-keinginan kita sebagai manusia.

Itu pilihan kawan. Saya pikir begitu. Tapi tidak tahu juga dengan pendapat orang lain. Tidak salah juga bila kita memilih itu semua dan menginginkannya. Manusiawi. Logik. Wajar bila kita menginginkan kehidupan kita sejahtera, tercukupi secara materi. Selain memiliki itu, didalamnya tinggal seorang wanita yang cantik jelita, lagi sholehah. Yang bisa membuat suasana rumah kita selalu nyaman. membuat kita selalu rindu untuk pulang ke rumah. Tidak salah juga bila kita ingin menjadi orang yang terkenal, diketahui banyak orang, karena manfaat kita di lingkungan. Suka menolong sesama, membantu orang yang sedang membutuhkan. Itulah hidup.

Tapi terkadang hidup tidak semudah itu kawan. Apa-apa yang kita inginkan terkadang jauh dari kenyataan. Jauh panggang dari api. Dan yang lebih ekstrim lagi kadang kita bilang “ tidak mungkin “ untuk keinginan-keinginan tersebut. Pfiufuh…. Lagi-lagi itulah hidup kawan. tak semudah seperti waktu kita masih kecil dan merasa semua baik-baik saja. Kehidupn kecil kita yang nyaman dan selalu kita rindukan. Ketika keadaan tidak nyaman untuk kita, tangisan akan menjadi obatnya. Dan bergegas orang tua kita akan menanyakan apa yang tejadi. Dan semua akan segera membaik. Ketika kita bahagia, dan mungkin hampir semua bilang waktu kecil kita sangat membahagiakan, ekspresi lugu yang tak dibuat-buat sungguh sangat menyenangkan bagi kita. Sungguh indah masa itu. Masa-masa yang sangat saya rindukan, dan mungkin kawan-kawan juga merindukan masa-masa itu.

Apa yang harus kita lakukan? Bermacam-macam dugaan dari kita hadir. Apakah Alloh tidak sayang sama aku. Apakah aku telah melakukan dosa yang begitu besar sehingga Alloh melupakan aku. Ataukah, ataukah, ataukah… begitu banyak apakah yang pada intinya, semua berburuk sangka terhadap Alloh. Seakan-akan tidak pernah ada kebahagiaan yang hadir dalam hidup kita. Hanya setumpuk nestapa yang tiada berkesudahan. Benarkah itu kawan???

Tidak mudah memang untuk menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Berat semua itu. Tapi pernahkah kita berfikir “ apakah itu yang terbaik dari Alloh? “. Saya rasa jarang. Karena saya pribadi terkadang masih sering berburuk sangka dan khawatir dengan keadaan yang tidak baik, dan bukannya membaik, tapi keadaan itu semakin memburuk dan memburuk. “ Oh, apakah yang terjadi dengan semua ini “. pasti kita mulai berfikir kemana-mana. Ikhtiar sudah maksimal, doa tiada henti setelah sholat. Tapi keadaan bukannya membaik tapi kog malah semakin kacau.

Yah, seperti itulah hidup kawan. lagi-lagi, tentang hidup semua ini.

Merunut yang diatas kawan, misal kita mau sejenak merenung “ inikah yang terbaik dari Alloh? ”, mungkin akan kita temukan jawaban dari semua ini. kita melihat keadaan itu semakin memburuk dari sudut pandang kita. Dari kacamata kita. Kita belum bisa ikhlas dengan keadaan,dan mencoba melihat semua itu sebagai kehendak Alloh. Adakah hikmah dati semua ini. tentulah pastinya. Alloh itu sudah merencanakan semua itu dengan matang. Jika memang kondisi itu tidak sesuai dengan harapan, mungkin memang Alloh menghendaki yang paling baik untuk kita meski tidak sesuai dengan keinginan kita. Karena Alloh itu maha tahu, dan kita begitu jahil. Kita tidak tahu apa-apa kecuali Alloh lah yang mebuat kita tahu. Ucap bismillah dan kemudian ikhlaskan semua itu. Tetap ikhtiar dan berdoa, kemudian tunggu lah hikmah apa yang akan terjadi. Pasti akan ada kebahagiaan yang menunggu kita.

Jadi kesimpulannya, terus lah ikhtiar dan berdoa, muhashabah diri setiap hari. Apakah ikhtiar kita sudah benar, apakah ikhtiar kita sudah maksimal. Perbaiki semua itu. Istiqomah melakukan yang terbaik, dan tiada henti-hentinya selalu berbaik sangka terhadap Alloh…

Begitulah kawan, semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Semoga kita selalu berbaik sangka terhadap Alloh. Dan kebaikan-Nya selalu menyertai kita. Amin…

cinta itu apa?

Beberapa hari terakhir ini ngobrol sama temen2 kog temanya tuh nggak jauh-jauh dari cinta ya. Jiahhh,, belagu. Tapi beneran kog. Dari tema cinta yang biaasa, yang mengharu biru, yang unik, ampe yang beraneka macem. Nggak tahu kebenaran ato gimana. Ato mungkin juga setiap waktu yang kita lewati memang selalu berhubungan dengan cinta.hehehe. nggak tau juga sih ya. Tp  benul pan? hehehe….. (tw jg dah bang).

Setelah kemaren saya kesana kemari ngborolin yang orang bilang itu namanya cinta,saya tu jadi mikir, sebenarnya definisi cinta sendiri itu apa. Kog sampai sekarang saya belum menemukan definisi yang tepat untuk cinta ya. Trus bentuknya kayak apa. Sebab musababnya apa.

Sekarang coba kita bayangkan deh bro, menurut kalian sendiri cinta itu apa coba?

Karena cinta orang bisa dendam kesumat tujuh turunan, tujuh keluarga, tujuh cicit, tujuh buyut, dan tujuh-tujuh yang lainnya, yang sepertinya karena cinta itu, dendam kesumat itu seperti tak bisa berkesudahan. Karena cinta juga orang bisa over bahagia. Lupa dengan segala-galanya. Virus cinta membuat semuanya menjadi indah. Yang orang kata jelek, dimata orang yg lagi fallin in love alias jatuh cinta bisa nampak begitu indah. Kalo yang sudah indah mah jangan ditanya, bakalan tambah kelihatan kinclong. ( kaca kali kinclong). Karena cinta juga orang bisa mati sia-sia. Bunuh diri nggak jelas, nggantung dibawah pohon semangka ato minum baygon yang ngutang di warung tetangga. Hummm…kasian ya.

Sampai sekarang saya juga belum tahu. Tapi sempet nanya sama temen juga, kalo antara kita, orang tua, dan keluarga itu cinta ato sayang. Mereka bilang itu sayang. Cinta itu ya hubungan antara lawan jenis yang saling menyukai. Dan tidak ada hubungan darah. Kesimpulannya??? G tau ah, saya malah tambah bingung.

Tu, ternyata cinta juga mebuat kita jadi bingung pan. Pfiufh, belum ketemu sodara-sodara. Kalau udah ada yang tahu bisa dibagi sama saya. Hehehhe………

Tentang Seorang Pembunuh Cilik

Ada Pepatah Sunda mengatakan ” Sireum oge lamun ditincak  mah ngegel ..” (Semut, kalau diinjak-injak pasti ngegigit…). Pepatah tersebut mengindikasikan agar berhati-hati, Sebesar apapun power atau Kekuasaan kita terhadap orang lain jangan sekali-kali melecehkan/menganggap rendah orang lain dengan seenaknya …… Santun thd orang lain Bukan berarti kita merendahkan diri kita sendiri


Tentang Seorang Pembunuh Cilik
Oleh : Reza Gardino

Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji hanibal lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.

Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.

Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat kanak-kanak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?

Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun. Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang ‘keamanan‘ yang begitu tinggi. Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya.

siapa yang bunuh ayah saya! ” teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu.

Gue terus kenapa?” ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya.

Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi.

Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!” ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib.

Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan.
Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara.

Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat loh waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung hawa panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras. Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya.

Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpannya di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur. Ruang kepala Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani memeriksa ruangan ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif.

Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah. Pelarian-pelarianny a didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang!

Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.

Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif. Tulisnya singkat.

Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, polisi bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini. Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain. Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan Indonesia .

man ahabba lillahi… faqod istakmalal iimaani..
“barang siapa yang mencintai karena Allah SWT… maka sesungguhnya sempurnalah keimanannya”

dari milis My Qur’an.

melihat pelangi

ada yang pengen menjadi seperti yang lain,
kemudian bilang ” jadi kamu mah enak “
ada yang bersikap agar seperti yang lain,
kemudian bilang ” jadi elu mah enak “
mana yang bener???
yang bener adalah,
tiap kita-kita ini tercipta unik,
tak ada satupun yang menyamai kita dalam segalanya,
bahkan orang kembar sekalipun…

ibu bilang,
” jadilah dirimu sendiri,
tak usah memaksakan diri untuk menjadi orang lain, hanya karena apa yang kamu lihat,
belum tentu apa yang kamu lihat itu bakalan enak bwt kamu, jk km yg ngejalanin,
pelangi memang selalu nampak indah diatas kepala orang lain, bukan diatas kepala kita “

boy, kamu pun pasti akan bahagia dengan diri kamu sendiri yang unik,
syukuri saja, dan kebahagiaan itu akan kau rasakan,
jika kamu tahu,
ternyata pelangi itu bukan diatas kepala orang lain saja, bukan diatas orang-orang yang kita lihat,
tapi diatas kepala kita semua,
jadi berbahagialah dengan diri kalian yang unik,
g perlu memaksakan diri untuk menjadi orang lain,
akan tidak nyaman tentunya kawan,,,

ditulis 15/07/09
01.02 WIbG ( Waktu Indoneisa bagian Grogol)

* Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalkani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

* taken from : d’ massiv ” jangan menyerah “

jangan berlebihan

lebih dalam suka bisa jadi gila,
lebih dalam benci bisa jadi dendam kesumat,
kau cukupkan saja, dan itu lebih baik

lebih dalam makan bisa jadi penyakit,
diam membiarkan diri berlapar-laparan juga bisa mati,
kau cukupkan saja, dan itu lebih baik

diantara kedua nya ada pelajaran kawan,

lebih dalam tertawa bisa mati hati,
sedih berlebihan pun bisa jadi sakit hati,
kau cukupkan saja, dan itu lebih baik

kau cukupkan saja kawan, jangan berlebihan
dan itu lebih baik,

ditulis :
00.15 WIdG ( Waktu indonesia di Grogol )
15/07/2009

sendiri

Lahir sendiri, matipun sendiri
tak ada yang menemani,
meski tak ada sendiri dalam arti sebenarnya,
selalu ada DIA — Sang Maha Pencipta –
mengiring dalam setiap langkah,
dalam setiap putaran waktumu,

ada yang datang, ada yang pergi
sebuah kewajaran dalam realita hidup,
tangis – tawa, kecewa – bahagia, silih berganti
layaknya siang – malam, bintang matahari yang juga silih berganti

tak apa menangis, itu mengurangi beban
tapi jangan terlarut & tak pernah bangkit,
tak apa kecewa, pendewasaan & pembelajaran
tapi jangan terlalu & membuatmu dendam

ibu berkata :
” setiap ada kehidupan yang pergi,
pasti akan ada pula kehidupan baru yang mendatangimu,
setiap satu pintu tertutup untukmu,
pasti akan ada pintu-pintu lain pula yang dibukakan untukmu,
belajarlah nak, dan ambillah hikmah dari semua nya “

yakinkan dirimu,
ketika malam gelap datang,
hujan lebat turun mebasahimu,
dan kau rasakan semua pergi darimu,
pintu-pintu itu tertutup untukmu,
hanya sendiri kau rasakan,
yakinkan dirimu, pastikan dalam hatimu,
tak ada sendiri dalam arti sebenarnya
selalu ada DIA — Sang Maha Pencipta –
mengiring dalam setiap langkah,
dalam setiap putaran waktumu,
yang tak pernah pergi darimu,
yang tak pernah menutup pintu untukmu,
yang selalu ada cinta untukmu….

ditulis :
23.45 WIBG (waktu indonesia bagian grogol)
12/07/2009

positip [+]

pikiran positip,
bagaikan aku terjun bebas dari langit,
melesat cepat tanpa beban,
pikiran positip,
bagai air terjun di tengah2 hutan perawan,
segar dan menyejukkan,

be positip [+] son!!!

siapa peduli

siapa peduli,
aku, dia, mereka,,,
siapa peduli,
gue, elu, semuanya,,,

setiap orang terbatas dalam lingkup aku & gue,
perset*n yang lain,
itu mah urusan lu,,,

:: ” dan semua setan tertawa, hahahhahaha ” * otak kotor, jamrud * ::

kamu bertanya ” mana kawan mu ?”
dia bliang ” g ada! “
elu bertanya ” mana sobat lu ?”
mereka bilang ” g tahu! “

dunia menyempit,
membatasi diri dari yang lain,
selama tidak melanggar,
terserah gw mau ngapain,
terserah jg lu mau ngapain,

tak ada kawan, tak ada lawan
tak ada teman, tak ada musuh
berjalan masing-masing,
mengikuti hukum sebab akibat,

huahhhh,,,,

« Entri lama